Tubuh Terasa Dingin Padahal Tidak Demam, Apakah Normal?
Pernah merasa tubuh terasa dingin padahal tidak demam? Suhu ruangan sebenarnya biasa saja, orang lain tidak merasa kedinginan, tetapi tubuh justru terasa dingin, tangan dan kaki dingin, bahkan terkadang disertai lemas atau menggigil. Kondisi seperti ini memang tidak selalu berarti ada penyakit serius. Tubuh bisa terasa dingin karena kurang tidur, kelelahan, terlalu lama berada di ruangan ber-AC, kurang makan, stres, atau tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada biasanya. Namun, jika badan terasa dingin tanpa demam terjadi berulang kali, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti mudah lelah, pucat, pusing, jantung berdebar, berat badan berubah, kebingungan, berkeringat dingin, hingga penurunan kesadaran, kondisi tersebut sebaiknya tidak dianggap sepele.
Ada sejumlah kondisi medis yang dapat membuat seseorang lebih sensitif terhadap suhu dingin atau mengalami gangguan dalam mempertahankan suhu tubuh. Salah satunya adalah hipotiroidisme, yaitu ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. Gejalanya dapat berkembang perlahan dan mencakup mudah lelah, berat badan meningkat, konstipasi, kulit kering, serta merasa lebih dingin dari biasanya. Jadi, tubuh terasa dingin padahal tidak demam bukanlah diagnosis, melainkan sebuah gejala yang penyebabnya perlu dilihat dari kondisi tubuh secara keseluruhan.
- Anemia Bisa Membuat Tubuh Terasa Dingin dan Lemas
- tubuh terasa dingin,
- mudah lelah,
- lemas,
- kulit tampak pucat,
- pusing,
- sesak terutama saat beraktivitas,
- jantung berdebar.
Kapan perlu curiga anemia? Jika tubuh terasa dingin disertai lemas berkepanjangan, wajah pucat, mudah pusing, jantung berdebar atau sesak saat aktivitas, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis. Dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah terdapat anemia dan mencari penyebabnya.
- Hipotiroidisme: Ketika Hormon Tiroid Terlalu Rendah
- merasa dingin lebih dari biasanya,
- kelelahan,
- berat badan bertambah,
- konstipasi,
- sulit berkonsentrasi,
- suasana hati menurun,
- kulit kering,
- rambut kering atau rontok,
- suara serak,
- gangguan menstruasi pada sebagian perempuan.
Baca sumber pendapat dokter: Cleveland Clinic – Understanding the Thyroid with Ossama Lashin, MD, PhD
- Gula Darah Rendah Bisa Membuat Tubuh Terasa Dingin dan Berkeringat
- gemetar,
- berkeringat,
- tubuh terasa dingin,
- jantung berdebar,
- lapar,
- lemas,
- pusing,
- penglihatan kabur,
- sulit berkonsentrasi,
- kebingungan.
Mengapa ini perlu diperhatikan? Jika seseorang tiba-tiba badan dingin, berkeringat, gemetar, terlihat pucat dan kebingungan, jangan hanya menganggapnya masuk angin. Jika orang tersebut memiliki diabetes dan dapat memeriksa gula darah, pemeriksaan kadar glukosa dapat membantu menentukan langkah berikutnya. Jika sudah terjadi penurunan kesadaran, jangan memberikan makanan atau minuman melalui mulut karena berisiko tersedak. Kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera.
- Gangguan Sirkulasi Darah Dapat Membuat Tangan dan Kaki Dingin
- Tubuh Kekurangan Asupan Energi
- sering melewatkan waktu makan,
- menjalani diet ekstrem,
- mengalami penurunan berat badan drastis,
- mengalami gangguan penyerapan nutrisi,
- mengalami penyakit kronis tertentu,
- memiliki nafsu makan sangat rendah.
- Kurang Tidur dan Kelelahan Berat Juga Bisa Memengaruhi Sensasi Dingin
- tidur yang cukup,
- makanan bergizi,
- cairan yang cukup,
- istirahat,
- lingkungan dengan suhu nyaman.
- Stres dan Respons Tubuh terhadap Tekanan Psikologis
- tangan dingin,
- kaki dingin,
- berkeringat,
- gemetar,
- jantung berdebar,
- tubuh terasa tidak nyaman.
- Paparan Dingin Bisa Menyebabkan Hipotermia
- menggigil,
- kulit dingin dan pucat,
- lemas,
- mengantuk,
- kebingungan,
- koordinasi tubuh terganggu,
- napas atau denyut jantung melambat.
- Obat-Obatan Tertentu Bisa Memengaruhi Kemampuan Tubuh Mengatur Suhu
Tubuh Terasa Dingin dan Menggigil, Apakah Selalu Berarti Demam? Tidak. Menggigil tidak selalu berarti demam. Menggigil merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk menghasilkan panas. Kondisi tersebut dapat terjadi saat tubuh kedinginan, mengalami hipoglikemia, mengalami respons stres, atau dalam kondisi medis tertentu. Sebaliknya, infeksi juga dapat menyebabkan perubahan suhu tubuh. Karena itu, jika tubuh terasa dingin dan menggigil, sebaiknya jangan hanya mengandalkan perasaan. Ukur suhu tubuh menggunakan termometer. Dengan begitu, Anda dapat membedakan antara sensasi tubuh terasa dingin dengan kondisi suhu tubuh yang benar-benar turun atau meningkat.
Kapan Tubuh Terasa Dingin Harus Dibawa ke IGD? Tidak semua rasa dingin membutuhkan ambulans atau kunjungan ke IGD. Tetapi, ada situasi ketika tubuh terasa dingin merupakan bagian dari kondisi yang jauh lebih serius.
Segera cari pertolongan medis jika tubuh terasa sangat dingin disertai:
- kebingungan mendadak,
- sulit dibangunkan,
- kehilangan kesadaran,
- kejang,
- sesak napas,
- nyeri dada,
- bibir atau kulit tampak kebiruan,
- kelemahan yang sangat berat,
- bicara menjadi tidak jelas,
- gangguan berjalan atau koordinasi,
- keringat dingin disertai nyeri dada,
- jantung berdebar hebat,
- suhu tubuh di bawah 35°C,
- tangan atau kaki mendadak sangat dingin, pucat/kebiruan, mati rasa atau tidak dapat digerakkan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Badan Terasa Dingin tetapi Tidak Demam? Jika kondisi ringan dan tidak disertai tanda bahaya, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan:
- Ukur suhu tubuh
- Pastikan tubuh mendapatkan makanan yang cukup
- Cukupi cairan
- Istirahat
- Perhatikan gejala lain
- pucat,
- pusing,
- lemas,
- rambut rontok,
- berat badan berubah,
- sembelit,
- jantung berdebar,
- sesak,
- tangan dan kaki sangat dingin,
- keringat dingin.
Pemeriksaan Apa yang Mungkin Dilakukan Dokter?
Tidak ada satu pemeriksaan yang berlaku untuk semua orang dengan keluhan tubuh terasa dingin padahal tidak demam. Dokter akan melihat usia, riwayat penyakit, obat yang dikonsumsi, pola makan, perubahan berat badan dan gejala lain. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan seperti:
- darah lengkap (CBC) untuk mengevaluasi anemia,
- ferritin dan status zat besi,
- TSH dan hormon tiroid bila dicurigai gangguan tiroid,
- glukosa darah bila ada gejala yang mengarah pada hipoglikemia atau gangguan gula darah,
- pemeriksaan fungsi organ tertentu sesuai keluhan,
- pemeriksaan aliran darah jika terdapat tanda gangguan sirkulasi.
Pendapat Dokter Spesialis: Jangan Langsung Menyalahkan Tiroid
Salah satu hal menarik dari penjelasan Dr. Ossama Lashin, MD, PhD, dari Cleveland Clinic, adalah bahwa rasa dingin memang dapat berhubungan dengan hipotiroidisme, tetapi tidak otomatis berarti seseorang mengalami gangguan tiroid. Menurut Dr. Lashin, kekurangan hormon tiroid dapat menurunkan laju metabolisme dan produksi energi sehingga tubuh lebih sulit mempertahankan suhu. Namun, rasa dingin terus-menerus akibat tiroid biasanya lebih berkaitan dengan kondisi hipotiroidisme yang cukup berat dan berlangsung lama. Karena itu, penyebab lain tetap perlu dipertimbangkan terlebih dahulu. Pandangan tersebut menjadi pengingat penting: Satu gejala tidak cukup untuk menentukan satu diagnosis. Tubuh terasa dingin bisa berasal dari anemia, gangguan metabolisme, gula darah rendah, masalah sirkulasi, kekurangan asupan energi, paparan dingin maupun kondisi medis lainnya.
Sumber dokter: Cleveland Clinic – Understanding the Thyroid with Ossama Lashin, MD, PhD
Jangan Abaikan Jika Tubuh Terasa Dingin Terus-Menerus
Tubuh terasa dingin padahal tidak demam memang bisa terjadi karena faktor sederhana. Namun, jika keluhan berlangsung terus-menerus atau semakin sering muncul, tubuh mungkin sedang memberikan sinyal yang perlu diperhatikan. Terlebih jika rasa dingin disertai lemas, pucat, pusing, berat badan berubah, jantung berdebar, sesak, tangan dan kaki sangat dingin, keringat dingin atau perubahan kesadaran. Jangan buru-buru menyimpulkan bahwa penyebabnya hanya masuk angin, kurang tidur atau terlalu banyak terkena AC. Perhatikan pola gejalanya. Jika diperlukan, lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab sebenarnya. Dan apabila tubuh terasa sangat dingin disertai kebingungan, mengantuk berat, sulit dibangunkan, kejang, sesak, nyeri dada atau suhu tubuh berada di bawah 35°C, jangan menunggu gejala membaik sendiri. Kondisi tersebut dapat membutuhkan pertolongan medis segera.
FAQ: Tubuh Terasa Dingin Padahal Tidak Demam
Apakah tubuh terasa dingin padahal tidak demam berbahaya? Tidak selalu. Namun, jika terjadi terus-menerus atau disertai lemas, pucat, pusing, sesak, keringat dingin, kebingungan atau penurunan kesadaran, sebaiknya segera diperiksa.
Kenapa badan terasa dingin padahal suhu tubuh normal? Sensasi dingin dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk anemia, hipotiroidisme, sirkulasi darah yang kurang optimal, kurang asupan energi, stres, kelelahan, obat tertentu dan kondisi lainnya.
Apakah badan terasa dingin merupakan tanda anemia? Bisa. Anemia dapat mengurangi distribusi oksigen ke jaringan sehingga seseorang dapat mengalami lemas, pucat, sesak dan sensasi dingin.
Apakah hipotiroid membuat tubuh terasa dingin? Ya. Salah satu gejala hipotiroidisme adalah meningkatnya sensitivitas terhadap dingin. Gejala lain dapat berupa kelelahan, berat badan bertambah, konstipasi dan kulit kering.
Apakah gula darah rendah bisa membuat badan dingin? Bisa. Hipoglikemia dapat menyebabkan berkeringat, gemetar, lemas, jantung berdebar, pusing dan sensasi dingin atau menggigil.
Kapan badan dingin harus dibawa ke IGD? Jika tubuh sangat dingin disertai kebingungan, mengantuk berat, sulit dibangunkan, kejang, sesak, nyeri dada, kehilangan kesadaran, atau suhu tubuh di bawah 35°C, segera cari pertolongan medis.
Apakah tubuh terasa dingin berarti saya terkena penyakit tiroid? Belum tentu. Sensasi dingin merupakan gejala yang tidak spesifik. Dokter perlu menilai gejala lain dan, bila diperlukan, melakukan pemeriksaan fungsi tiroid sebelum menentukan diagnosis.
Kesimpulan
Tubuh terasa dingin padahal tidak demam tidak selalu berarti kondisi berbahaya, tetapi juga tidak sebaiknya diabaikan jika terjadi berulang atau disertai gejala lain. Beberapa kemungkinan penyebabnya meliputi anemia, hipotiroidisme, gula darah rendah, gangguan sirkulasi darah, kekurangan asupan energi, kelelahan, stres, efek obat dan hipotermia. Kuncinya bukan menebak penyakit dari satu gejala, melainkan memperhatikan kombinasi gejala, durasi keluhan dan perubahan kondisi tubuh. Jika muncul tanda bahaya seperti kebingungan, penurunan kesadaran, kejang, sesak, nyeri dada, gangguan gerak, atau suhu tubuh di bawah 35°C, jangan menunggu kondisi memburuk. Segera dapatkan pertolongan medis.
Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan serta diagnosis dokter.
