Sering Merasa Mau Pingsan Tanpa Sebab Jelas? Waspadai 7 Kemungkinan Penyebabnya.

Sering Merasa Mau Pingsan Tanpa Sebab Jelas?

Pernah sedang duduk, berdiri, berjalan, atau bahkan melakukan aktivitas biasa, lalu tiba-tiba merasa seperti mau pingsan? Pandangan mulai berkunang-kunang. Kepala terasa ringan. Tubuh mendadak lemas. Telinga mungkin berdenging, wajah terasa pucat, keringat dingin muncul, dan seolah-olah tubuh kehilangan tenaga untuk beberapa detik. Menariknya, sebagian orang tidak benar-benar kehilangan kesadaran.

Pingsan Tanpa Sebab

Kondisi seperti ini sering disebut presinkop, yaitu keadaan ketika seseorang merasa akan pingsan tetapi belum sampai kehilangan kesadaran. Sensasinya bisa sangat singkat, tetapi pada sebagian orang dapat berulang dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Masalahnya, rasa mau pingsan tidak selalu berarti hanya kurang tidur atau belum makan. Dehidrasi, tekanan darah yang turun ketika berdiri, gula darah rendah, anemia, efek obat, gangguan sistem saraf, hingga masalah irama jantung dapat menyebabkan seseorang merasa hampir pingsan. American Heart Association menjelaskan bahwa pingsan atau sinkop terjadi ketika aliran darah ke otak tidak mencukupi. Penyebabnya beragam, mulai dari kondisi yang relatif tidak berbahaya hingga gangguan jantung yang serius.

Jadi, kalau Anda sering merasa mau pingsan tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya jangan langsung menganggapnya sebagai keluhan biasa. Apa Bedanya Mau Pingsan dengan Pingsan? Pingsan atau syncope berarti seseorang mengalami kehilangan kesadaran sementara akibat berkurangnya aliran darah ke otak. Sementara itu, ketika seseorang merasa: tetapi masih sadar, kondisi tersebut lebih dekat dengan istilah presinkop. Keduanya dapat memiliki penyebab yang sama. Karena itu, meskipun Anda tidak benar-benar jatuh atau kehilangan kesadaran, keluhan sering merasa mau pingsan tetap layak diperhatikan, terutama jika terjadi berulang.

7 Penyebab Sering Merasa Mau Pingsan Berikut beberapa kemungkinan yang perlu diketahui.
  1. Tekanan Darah Turun Saat Berdiri
Salah satu penyebab yang cukup umum adalah hipotensi ortostatik. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah turun setelah seseorang berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Normalnya, ketika tubuh berdiri, sistem saraf dan pembuluh darah bekerja untuk mempertahankan tekanan darah agar aliran darah ke otak tetap mencukupi. Jika mekanisme tersebut tidak bekerja dengan baik, tekanan darah bisa turun dan membuat seseorang merasa:
  • kepala ringan,
  • pusing,
  • pandangan kabur,
  • lemas,
  • seperti mau pingsan,
  • bahkan benar-benar pingsan.
Mayo Clinic menjelaskan bahwa hipotensi ortostatik dapat disebabkan oleh dehidrasi, masalah jantung, gangguan endokrin, gangguan sistem saraf, maupun obat-obatan tertentu. Keluhan biasanya lebih mudah muncul ketika seseorang bangun terlalu cepat. Misalnya: Tiduran → langsung berdiri → kepala berkunang-kunang → hampir jatuh. Jika kejadian ini hanya sesekali, penyebabnya bisa relatif sederhana. Namun, bila sering terjadi, pemeriksaan diperlukan untuk mencari penyebabnya.
  1. Dehidrasi dan Kekurangan Cairan
Tubuh membutuhkan volume cairan yang cukup agar sirkulasi darah dapat bekerja dengan baik. Ketika tubuh kehilangan banyak cairan akibat:
  • diare,
  • muntah,
  • demam,
  • berkeringat berlebihan,
  • olahraga berat,
  • atau kurang minum,
volume darah dapat berkurang. Akibatnya, tekanan darah dapat turun dan otak mungkin tidak mendapatkan aliran darah yang cukup ketika tubuh mengalami perubahan posisi. Inilah salah satu alasan mengapa seseorang bisa merasa: “Tiba-tiba lemas dan seperti mau pingsan.”

Dehidrasi juga dapat disertai:
  • rasa haus berlebihan,
  • mulut kering,
  • urine lebih sedikit,
  • urine berwarna lebih gelap,
  • lemas,
  • pusing,
  • jantung berdebar.
Namun, jangan langsung menganggap semua kejadian mau pingsan sebagai dehidrasi. Jika keluhan sering terjadi meskipun Anda sudah cukup minum, penyebab lain perlu dipertimbangkan.
  1. Gula Darah Terlalu Rendah
Kadar gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia juga dapat membuat seseorang merasa sangat lemas dan seperti akan pingsan. Kondisi ini terutama perlu diperhatikan pada orang yang memiliki diabetes dan menggunakan obat tertentu yang dapat menurunkan kadar gula darah. Gejalanya dapat berupa:
  • gemetar,
  • keringat dingin,
  • lapar,
  • jantung berdebar,
  • lemas,
  • pusing,
  • sulit berkonsentrasi,
  • kebingungan,
  • hingga kehilangan kesadaran.
Pada sebagian orang, keluhan muncul ketika terlalu lama tidak makan. Tetapi jika Anda sering merasa mau pingsan dan tidak selalu berkaitan dengan waktu makan, jangan berasumsi bahwa penyebabnya pasti gula darah. Dokter mungkin perlu melakukan evaluasi lebih lanjut untuk mencari penyebab sebenarnya.
  1. Anemia atau Kekurangan Sel Darah Merah
Penyebab lain yang sering tidak disadari adalah anemia. Anemia terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah sehat atau hemoglobin untuk membawa oksigen secara optimal. Akibatnya, seseorang dapat merasa mudah lelah dan kurang bertenaga. Gejala anemia dapat meliputi:
  • mudah lelah,
  • lemas,
  • pusing,
  • sakit kepala,
  • sulit berkonsentrasi,
  • kulit tampak pucat,
  • jantung berdebar,
  • sesak terutama saat aktivitas,
  • merasa seperti mau pingsan.
Pada sebagian orang, anemia berkembang perlahan sehingga gejalanya tidak langsung terasa berat. Mereka mungkin hanya merasa: “Akhir-akhir ini kok badan cepat capek dan sering berkunang-kunang?” Jika berlangsung terus-menerus, pemeriksaan darah dapat membantu mengetahui apakah kadar hemoglobin atau sel darah merah berada di bawah normal. Mayo Clinic juga mencatat bahwa pemeriksaan darah dapat membantu mencari anemia ketika mengevaluasi keluhan yang berhubungan dengan hipotensi ortostatik. [3]
  1. Gangguan Irama Jantung
Ini adalah salah satu kemungkinan yang tidak boleh diabaikan. Jantung bertugas memompa darah ke seluruh tubuh, termasuk otak. Jika irama jantung terlalu lambat, terlalu cepat, atau tidak teratur, jumlah darah yang dipompa ke otak dapat berkurang untuk sementara. Akibatnya seseorang dapat merasa: American Heart Association menyebut bradikardia, takikardia, dan beberapa gangguan jantung lainnya sebagai penyebab yang dapat menyebabkan sinkop. Yang membuat kondisi ini penting adalah episode bisa terjadi secara mendadak. Misalnya seseorang sedang berjalan biasa, lalu tiba-tiba merasa: “Jantung saya seperti berhenti sebentar, kemudian kepala langsung ringan.” Keluhan seperti itu sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai masuk angin atau kelelahan. Terutama jika terdapat riwayat penyakit jantung atau keluarga dengan riwayat kematian mendadak pada usia muda.
  1. Reaksi Vasovagal
Tidak semua rasa mau pingsan menunjukkan penyakit berat. Salah satu penyebab yang cukup umum adalah vasovagal syncope atau respons vasovagal. Kondisi ini terjadi ketika sistem saraf merespons pemicu tertentu secara berlebihan sehingga tekanan darah dan denyut jantung turun. Pemicu dapat berupa:
  • berdiri terlalu lama,
  • panas,
  • melihat darah,
  • rasa takut,
  • nyeri,
  • stres emosional,
  • pengambilan darah,
  • atau mengejan.
Mayo Clinic menjelaskan bahwa sebelum seseorang benar-benar pingsan akibat respons vasovagal, dapat muncul gejala seperti rasa hangat, mual, pandangan menyempit, pandangan kabur, dan keringat dingin. Biasanya seseorang mulai merasa: “Kok tiba-tiba panas?” Kemudian: “Pandangan saya mulai gelap.” Lalu: “Saya seperti mau jatuh.” Jika sempat merasakan tanda-tanda tersebut, segera duduk atau berbaring untuk mengurangi risiko cedera akibat jatuh. Tetapi episode pertama tetap sebaiknya dibicarakan dengan tenaga kesehatan, terutama jika penyebabnya tidak jelas.
  1. Gangguan pada Sistem Saraf atau Keseimbangan
Rasa hampir pingsan terkadang juga berkaitan dengan gangguan sistem saraf atau sistem keseimbangan. Seseorang dapat merasa tidak stabil, melayang, atau seolah-olah akan jatuh. Mayo Clinic menjelaskan bahwa gangguan keseimbangan dapat menyebabkan sensasi seperti pusing, tidak stabil, merasa akan jatuh, hingga presinkop. Namun, ada perbedaan antara: “Kepala terasa ringan seperti mau pingsan.” dan “Ruangan terasa berputar.” Sensasi berputar lebih sering disebut vertigo dan dapat berkaitan dengan sistem vestibular di telinga dalam. Sementara rasa kepala ringan atau seperti akan kehilangan kesadaran lebih dekat dengan presinkop. Jika keluhan disertai:
  • bicara pelo,
  • wajah mencong,
  • kelemahan satu sisi tubuh,
  • mati rasa,
  • gangguan penglihatan mendadak,
  • kesulitan berjalan,
  • atau kebingungan,
jangan menunggu sampai benar-benar pingsan. Segera cari pertolongan medis.

Pendapat Dokter Spesialis: Mengapa Rasa Mau Pingsan Tidak Boleh Dianggap Sepele?

Win-Kuang Shen, MD, seorang ahli kardiologi dan ketua kelompok penulis pedoman ACC/AHA/HRS tentang sinkop, menekankan pentingnya evaluasi medis untuk mengetahui penyebab seseorang mengalami pingsan. Pedoman tersebut menyarankan riwayat medis yang terperinci dan pemeriksaan fisik sebagai bagian dari evaluasi awal. Dalam pembahasan Mayo Clinic mengenai pingsan yang tidak jelas penyebabnya, dokter Mayo Clinic juga menjelaskan bahwa pingsan dapat disebabkan oleh faktor yang relatif ringan seperti dehidrasi, tetapi juga dapat berkaitan dengan kondisi jantung atau neurologis yang lebih serius.

Sementara itu, Brian Olshansky, MD, FACC dan Roopinder Kaur Sandhu, MD, dalam materi American College of Cardiology mengenai evaluasi sinkop, membahas pentingnya riwayat medis dan membedakan penyebab jantung dengan penyebab non-jantung ketika mengevaluasi pasien dengan sinkop. Artinya, dokter tidak hanya akan bertanya: “Apakah Anda pernah pingsan?” Tetapi juga akan mencari tahu:
  • Apa yang sedang dilakukan sebelum kejadian?
  • Apakah sedang berdiri?
  • Apakah baru bangun dari tempat tidur?
  • Apakah jantung berdebar?
  • Apakah ada nyeri dada?
  • Apakah terjadi saat olahraga?
  • Apakah ada sesak?
  • Apakah sebelumnya mengalami diare atau muntah?
  • Apakah sedang mengonsumsi obat tertentu?
  • Apakah ada riwayat penyakit jantung?
  • Apakah ada anggota keluarga yang mengalami kematian mendadak?
Detail seperti ini dapat membantu mengarahkan pemeriksaan.

Kapan Sering Merasa Mau Pingsan Harus Diperiksa?

Tidak semua episode merupakan keadaan darurat. Tetapi Anda sebaiknya membuat janji pemeriksaan jika:
  • Keluhan terjadi berulang kali.
  • Penyebabnya tidak jelas.
  • Keluhan semakin sering.
  • Anda benar-benar pernah pingsan.
  • Keluhan terjadi ketika berdiri.
  • Keluhan muncul setelah mulai mengonsumsi obat baru.
  • Disertai jantung berdebar.
  • Disertai kelelahan yang tidak biasa.
  • Disertai sesak saat aktivitas.
  • Anda memiliki penyakit jantung.
  • Anda memiliki riwayat gangguan tekanan darah.
  • Anda memiliki riwayat anemia atau perdarahan.
Mayo Clinic menyarankan evaluasi medis apabila seseorang sering mengalami gejala hipotensi ortostatik, dan kehilangan kesadaran meskipun hanya beberapa detik perlu dinilai oleh tenaga kesehatan.

Tanda Bahaya: Jangan Tunggu Sampai Benar-Benar Pingsan

Ada situasi ketika rasa mau pingsan membutuhkan pertolongan medis segera. Waspadai terutama jika keluhan muncul bersama:

Nyeri atau tekanan dada
Rasa mau pingsan yang disertai nyeri dada atau tekanan di dada perlu dievaluasi segera.

Jantung berdebar hebat
Terutama jika sensasi berdebar muncul tepat sebelum hampir pingsan.

Sesak napas
Mau pingsan bersama sesak dapat berkaitan dengan kondisi jantung atau paru yang serius.

Terjadi saat berolahraga
American Heart Association menyebut pingsan saat aktivitas atau olahraga sebagai salah satu pola yang dapat mengarah pada penyebab jantung dan membutuhkan perhatian medis. [1]

Terjadi ketika sedang berbaring
Episode kehilangan kesadaran ketika sedang berbaring juga termasuk pola yang perlu mendapat perhatian lebih.

Gangguan neurologis mendadak Misalnya:
  • wajah mencong,
  • bicara tidak jelas,
  • satu tangan atau kaki tiba-tiba lemah,
  • mati rasa,
  • gangguan penglihatan,
  • kebingungan,
  • sulit berjalan.
Benar-benar kehilangan kesadaran Jika Anda sudah mengalami pingsan, jangan hanya menganggapnya sebagai “masuk angin” tanpa evaluasi, terutama jika itu adalah episode pertama atau terjadi tanpa pemicu yang jelas.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Merasa Mau Pingsan?
Jika Anda tiba-tiba merasa akan pingsan, prioritas pertama adalah mencegah jatuh dan cedera.
  1. Segera duduk atau berbaring
Jangan memaksakan diri untuk tetap berdiri. Jika memungkinkan, berbaring di tempat yang aman.
  1. Jangan langsung berjalan
Rasa sudah sedikit membaik bukan berarti tubuh sudah sepenuhnya pulih. Bangun secara perlahan.
  1. Cari tempat yang sejuk
Jika keluhan muncul setelah berada di tempat panas atau berdiri lama, pindahlah ke tempat yang lebih nyaman jika aman dilakukan.
  1. Perhatikan gejala penyerta
Catat apakah ada:
  • jantung berdebar,
  • nyeri dada,
  • sesak,
  • sakit kepala,
  • mual,
  • keringat dingin,
  • gangguan penglihatan,
  • atau kelemahan tubuh.
Informasi tersebut akan berguna ketika berkonsultasi dengan dokter.
  1. Jangan mengemudi
Jika Anda sering merasa mau pingsan, hindari mengemudi sampai penyebabnya diketahui dan kondisi dinilai aman oleh tenaga kesehatan.

Pemeriksaan Apa yang Mungkin Dilakukan Dokter?

Pemeriksaan tergantung pada kondisi pasien. Dokter biasanya memulai dengan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Tekanan darah dapat diperiksa dalam posisi berbeda untuk melihat kemungkinan hipotensi ortostatik. Mayo Clinic menjelaskan bahwa pemeriksaan dapat mencakup pengukuran tekanan darah saat berbaring dan berdiri, pemeriksaan darah untuk mencari antara lain anemia atau gula darah rendah, serta EKG untuk mengevaluasi aktivitas listrik jantung. Pada kondisi tertentu dokter mungkin mempertimbangkan:
  • EKG.
  • Holter monitor atau pemantauan irama jantung.
  • Ekokardiografi.
  • Pemeriksaan darah.
  • Pemeriksaan gula darah.
  • Pemeriksaan tekanan darah berulang.
  • Pemeriksaan neurologis.
  • Tes lain berdasarkan gejala.
Tidak semua pasien membutuhkan seluruh pemeriksaan tersebut. Pemeriksaan dipilih berdasarkan dugaan penyebab.

Apakah Sering Mau Pingsan Berarti Tekanan Darah Rendah? Belum tentu.

Tekanan darah rendah memang dapat menyebabkan rasa pusing atau hampir pingsan, tetapi gangguan irama jantung, dehidrasi, hipoglikemia, anemia, respons vasovagal, obat-obatan, dan kondisi lainnya juga dapat berperan. Bahkan seseorang dapat mengalami rasa mau pingsan meskipun pada pemeriksaan tertentu tekanan darahnya terlihat normal. Karena itu, jangan mencoba mendiagnosis penyebab hanya berdasarkan satu kali pengukuran tekanan darah.

Apakah Sering Mau Pingsan Bisa Dicegah?
Tergantung penyebabnya. Jika penyebabnya adalah dehidrasi, memperbaiki asupan cairan dapat membantu. Jika berkaitan dengan bangun terlalu cepat, perubahan posisi secara perlahan dapat mengurangi keluhan. Jika disebabkan obat, dokter mungkin perlu mengevaluasi kembali obat tersebut. Jika berkaitan dengan gangguan jantung, tentu penanganannya berbeda. Jadi, pencegahan terbaik adalah menemukan penyebabnya terlebih dahulu.

Jika Terjadi Saat Sendirian, Apa yang Harus Dilakukan?

Jika Anda mulai merasakan pandangan menghitam atau tubuh seperti kehilangan tenaga, jangan mencoba mencari tempat yang jauh. Segera cari posisi yang aman. Jika ada orang di sekitar, beri tahu bahwa Anda merasa akan pingsan. Jika kondisi berkembang menjadi:
  • tidak sadar,
  • sulit bernapas,
  • nyeri dada,
  • kejang,
  • kelemahan mendadak,
  • gangguan bicara,
  • atau kondisi memburuk dengan cepat,
segera minta bantuan medis darurat. Dalam keadaan pasien tidak mampu berjalan atau membutuhkan pemantauan selama perjalanan, transportasi menggunakan ambulans medis dapat menjadi pilihan yang lebih aman dibanding memaksakan pasien masuk kendaraan pribadi.

Kesimpulan

Sering merasa mau pingsan tanpa sebab jelas bukan gejala yang sebaiknya terus diabaikan. Penyebabnya bisa relatif sederhana, seperti dehidrasi, kurang makan, respons vasovagal, atau tekanan darah yang turun ketika berdiri. Namun, keluhan tersebut juga dapat berkaitan dengan anemia, gangguan metabolik, efek obat, gangguan sistem saraf, hingga masalah jantung seperti gangguan irama. Hal yang paling penting bukan sekadar bertanya:

“Kenapa saya sering merasa mau pingsan?” Tetapi juga: “Kapan terjadi, apa yang saya rasakan sebelumnya, dan gejala apa yang muncul bersamaan?” Jika rasa mau pingsan muncul saat olahraga, disertai nyeri dada, sesak, jantung berdebar, terjadi ketika berbaring, atau disertai gangguan saraf seperti kelemahan satu sisi dan gangguan bicara, jangan menunggu sampai kehilangan kesadaran. Kenali tanda bahayanya dan segera cari pertolongan medis. Semakin jelas penyebabnya, semakin tepat pula penanganan yang dapat diberikan.

FAQ: Sering Merasa Mau Pingsan
  1. Kenapa saya sering merasa mau pingsan tetapi tidak benar-benar pingsan?
Ada banyak kemungkinan, termasuk tekanan darah turun, dehidrasi, gula darah rendah, anemia, respons vasovagal, efek obat, gangguan keseimbangan, atau masalah jantung. Pemeriksaan diperlukan jika keluhan sering berulang atau penyebabnya tidak jelas.
  1. Apakah rasa mau pingsan berbahaya?
Tidak selalu. Beberapa penyebab relatif ringan. Namun, rasa mau pingsan yang muncul bersama nyeri dada, sesak, jantung berdebar, gangguan saraf, atau saat berolahraga perlu mendapat perhatian medis.
  1. Apakah tekanan darah rendah menyebabkan mau pingsan?
Bisa. Tekanan darah yang terlalu rendah dapat mengurangi aliran darah ke otak sehingga menyebabkan pusing, kepala ringan, atau pingsan. Namun, bukan satu-satunya penyebab.
  1. Apakah anemia bisa membuat sering mau pingsan?
Anemia dapat menyebabkan lemas, mudah lelah, pusing, dan pada sebagian orang sensasi hampir pingsan. Pemeriksaan darah diperlukan untuk memastikan apakah anemia merupakan penyebabnya.
  1. Apakah jantung berdebar dan mau pingsan berbahaya?
Kombinasi jantung berdebar dan hampir pingsan perlu diperhatikan, terutama jika terjadi tiba-tiba atau disertai nyeri dada dan sesak. Gangguan irama jantung merupakan salah satu kemungkinan yang perlu dievaluasi.
  1. Kapan harus ke IGD karena mau pingsan?
Segera cari pertolongan medis jika keluhan disertai nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar hebat, kehilangan kesadaran, gangguan bicara, kelemahan satu sisi tubuh, kebingungan, atau terjadi ketika berolahraga.
  1. Apa yang harus dilakukan ketika tiba-tiba merasa akan pingsan?
Segera duduk atau berbaring di tempat aman agar tidak jatuh. Jangan memaksakan diri berjalan atau mengemudi. Jika muncul tanda bahaya, segera minta pertolongan medis.
  1. Apakah sering mau pingsan perlu diperiksa dokter?
Ya, terutama jika terjadi berulang, semakin sering, penyebabnya tidak jelas, atau pernah sampai kehilangan kesadaran. Dokter dapat menentukan apakah diperlukan pemeriksaan tekanan darah, darah, EKG, pemantauan jantung, atau pemeriksaan lainnya.

Referensi medis
  1. American Heart Association — Syncope (Fainting): menjelaskan penyebab sinkop, termasuk tekanan darah rendah, vasovagal syncope, gangguan irama jantung, serta pola pingsan yang perlu dicurigai sebagai masalah jantung. American Heart Association — Syncope (Fainting)
  2. American College of Cardiology — 2017 ACC/AHA/HRS Syncope Guideline: pedoman evaluasi dan penanganan pasien dengan sinkop. ACC — Syncope Guideline
  3. Mayo Clinic — Orthostatic Hypotension: membahas tekanan darah turun saat berdiri, gejala, penyebab, dan pemeriksaannya. Mayo Clinic — Orthostatic Hypotension
  4. Mayo Clinic — Vasovagal Syncope: menjelaskan respons vasovagal, pemicu, gejala sebelum pingsan, serta kapan perlu berkonsultasi. Mayo Clinic — Vasovagal Syncope
  5. American College of Cardiology — Comprehensive Assessment of Syncope, oleh Brian Olshansky, MD, FACC dan Roopinder Kaur Sandhu, MD. ACC — Comprehensive Assessment of Syncope
  6. Mayo Clinic — Revealing the Cause of Unexplained Fainting, yang membahas evaluasi pingsan yang penyebabnya belum jelas. Mayo Clinic — Unexplained Fainting
Catatan medis: artikel ini bersifat edukasi dan bukan diagnosis. Pada keluhan hampir pingsan yang berulang, penyebabnya perlu dinilai berdasarkan riwayat, pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan pemeriksaan penunjang.
<< Kembali ke halaman utama
Artikel Lain >>
Hubungi Kami Sekarang, Kami Siap Membantu Anda!
Team Ambulance 1
Team Ambulance 2