Sering Merasa Mau Pingsan Tanpa Sebab Jelas?
Pernah sedang duduk, berdiri, berjalan, atau bahkan melakukan aktivitas biasa, lalu tiba-tiba merasa seperti mau pingsan? Pandangan mulai berkunang-kunang. Kepala terasa ringan. Tubuh mendadak lemas. Telinga mungkin berdenging, wajah terasa pucat, keringat dingin muncul, dan seolah-olah tubuh kehilangan tenaga untuk beberapa detik. Menariknya, sebagian orang tidak benar-benar kehilangan kesadaran.
Kondisi seperti ini sering disebut presinkop, yaitu keadaan ketika seseorang merasa akan pingsan tetapi belum sampai kehilangan kesadaran. Sensasinya bisa sangat singkat, tetapi pada sebagian orang dapat berulang dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Masalahnya, rasa mau pingsan tidak selalu berarti hanya kurang tidur atau belum makan. Dehidrasi, tekanan darah yang turun ketika berdiri, gula darah rendah, anemia, efek obat, gangguan sistem saraf, hingga masalah irama jantung dapat menyebabkan seseorang merasa hampir pingsan. American Heart Association menjelaskan bahwa pingsan atau sinkop terjadi ketika aliran darah ke otak tidak mencukupi. Penyebabnya beragam, mulai dari kondisi yang relatif tidak berbahaya hingga gangguan jantung yang serius.
Jadi, kalau Anda sering merasa mau pingsan tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya jangan langsung menganggapnya sebagai keluhan biasa. Apa Bedanya Mau Pingsan dengan Pingsan? Pingsan atau syncope berarti seseorang mengalami kehilangan kesadaran sementara akibat berkurangnya aliran darah ke otak. Sementara itu, ketika seseorang merasa:
- kepala ringan,
- pandangan berkunang-kunang,
- tubuh tiba-tiba lemas,
- merasa akan jatuh,
- pandangan seperti menghitam,
- keringat dingin,
- mual,
- atau merasa kesadaran seperti akan hilang,
7 Penyebab Sering Merasa Mau Pingsan Berikut beberapa kemungkinan yang perlu diketahui.
- Tekanan Darah Turun Saat Berdiri
- kepala ringan,
- pusing,
- pandangan kabur,
- lemas,
- seperti mau pingsan,
- bahkan benar-benar pingsan.
- Dehidrasi dan Kekurangan Cairan
- diare,
- muntah,
- demam,
- berkeringat berlebihan,
- olahraga berat,
- atau kurang minum,
Dehidrasi juga dapat disertai:
- rasa haus berlebihan,
- mulut kering,
- urine lebih sedikit,
- urine berwarna lebih gelap,
- lemas,
- pusing,
- jantung berdebar.
- Gula Darah Terlalu Rendah
- gemetar,
- keringat dingin,
- lapar,
- jantung berdebar,
- lemas,
- pusing,
- sulit berkonsentrasi,
- kebingungan,
- hingga kehilangan kesadaran.
- Anemia atau Kekurangan Sel Darah Merah
- mudah lelah,
- lemas,
- pusing,
- sakit kepala,
- sulit berkonsentrasi,
- kulit tampak pucat,
- jantung berdebar,
- sesak terutama saat aktivitas,
- merasa seperti mau pingsan.
- Gangguan Irama Jantung
- tiba-tiba mau pingsan,
- jantung berdebar,
- dada terasa tidak nyaman,
- lemas,
- sesak,
- atau benar-benar kehilangan kesadaran.
- Reaksi Vasovagal
- berdiri terlalu lama,
- panas,
- melihat darah,
- rasa takut,
- nyeri,
- stres emosional,
- pengambilan darah,
- atau mengejan.
- Gangguan pada Sistem Saraf atau Keseimbangan
- bicara pelo,
- wajah mencong,
- kelemahan satu sisi tubuh,
- mati rasa,
- gangguan penglihatan mendadak,
- kesulitan berjalan,
- atau kebingungan,
Pendapat Dokter Spesialis: Mengapa Rasa Mau Pingsan Tidak Boleh Dianggap Sepele?
Win-Kuang Shen, MD, seorang ahli kardiologi dan ketua kelompok penulis pedoman ACC/AHA/HRS tentang sinkop, menekankan pentingnya evaluasi medis untuk mengetahui penyebab seseorang mengalami pingsan. Pedoman tersebut menyarankan riwayat medis yang terperinci dan pemeriksaan fisik sebagai bagian dari evaluasi awal. Dalam pembahasan Mayo Clinic mengenai pingsan yang tidak jelas penyebabnya, dokter Mayo Clinic juga menjelaskan bahwa pingsan dapat disebabkan oleh faktor yang relatif ringan seperti dehidrasi, tetapi juga dapat berkaitan dengan kondisi jantung atau neurologis yang lebih serius.
Sementara itu, Brian Olshansky, MD, FACC dan Roopinder Kaur Sandhu, MD, dalam materi American College of Cardiology mengenai evaluasi sinkop, membahas pentingnya riwayat medis dan membedakan penyebab jantung dengan penyebab non-jantung ketika mengevaluasi pasien dengan sinkop. Artinya, dokter tidak hanya akan bertanya: “Apakah Anda pernah pingsan?” Tetapi juga akan mencari tahu:
- Apa yang sedang dilakukan sebelum kejadian?
- Apakah sedang berdiri?
- Apakah baru bangun dari tempat tidur?
- Apakah jantung berdebar?
- Apakah ada nyeri dada?
- Apakah terjadi saat olahraga?
- Apakah ada sesak?
- Apakah sebelumnya mengalami diare atau muntah?
- Apakah sedang mengonsumsi obat tertentu?
- Apakah ada riwayat penyakit jantung?
- Apakah ada anggota keluarga yang mengalami kematian mendadak?
Kapan Sering Merasa Mau Pingsan Harus Diperiksa?
Tidak semua episode merupakan keadaan darurat. Tetapi Anda sebaiknya membuat janji pemeriksaan jika:
- Keluhan terjadi berulang kali.
- Penyebabnya tidak jelas.
- Keluhan semakin sering.
- Anda benar-benar pernah pingsan.
- Keluhan terjadi ketika berdiri.
- Keluhan muncul setelah mulai mengonsumsi obat baru.
- Disertai jantung berdebar.
- Disertai kelelahan yang tidak biasa.
- Disertai sesak saat aktivitas.
- Anda memiliki penyakit jantung.
- Anda memiliki riwayat gangguan tekanan darah.
- Anda memiliki riwayat anemia atau perdarahan.
Tanda Bahaya: Jangan Tunggu Sampai Benar-Benar Pingsan
Ada situasi ketika rasa mau pingsan membutuhkan pertolongan medis segera. Waspadai terutama jika keluhan muncul bersama:
Nyeri atau tekanan dada
Rasa mau pingsan yang disertai nyeri dada atau tekanan di dada perlu dievaluasi segera.
Jantung berdebar hebat
Terutama jika sensasi berdebar muncul tepat sebelum hampir pingsan.
Sesak napas
Mau pingsan bersama sesak dapat berkaitan dengan kondisi jantung atau paru yang serius.
Terjadi saat berolahraga
American Heart Association menyebut pingsan saat aktivitas atau olahraga sebagai salah satu pola yang dapat mengarah pada penyebab jantung dan membutuhkan perhatian medis. [1]
Terjadi ketika sedang berbaring
Episode kehilangan kesadaran ketika sedang berbaring juga termasuk pola yang perlu mendapat perhatian lebih.
Gangguan neurologis mendadak Misalnya:
- wajah mencong,
- bicara tidak jelas,
- satu tangan atau kaki tiba-tiba lemah,
- mati rasa,
- gangguan penglihatan,
- kebingungan,
- sulit berjalan.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Merasa Mau Pingsan?
Jika Anda tiba-tiba merasa akan pingsan, prioritas pertama adalah mencegah jatuh dan cedera.
- Segera duduk atau berbaring
- Jangan langsung berjalan
- Cari tempat yang sejuk
- Perhatikan gejala penyerta
- jantung berdebar,
- nyeri dada,
- sesak,
- sakit kepala,
- mual,
- keringat dingin,
- gangguan penglihatan,
- atau kelemahan tubuh.
- Jangan mengemudi
Pemeriksaan Apa yang Mungkin Dilakukan Dokter?
Pemeriksaan tergantung pada kondisi pasien. Dokter biasanya memulai dengan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Tekanan darah dapat diperiksa dalam posisi berbeda untuk melihat kemungkinan hipotensi ortostatik. Mayo Clinic menjelaskan bahwa pemeriksaan dapat mencakup pengukuran tekanan darah saat berbaring dan berdiri, pemeriksaan darah untuk mencari antara lain anemia atau gula darah rendah, serta EKG untuk mengevaluasi aktivitas listrik jantung. Pada kondisi tertentu dokter mungkin mempertimbangkan:
- EKG.
- Holter monitor atau pemantauan irama jantung.
- Ekokardiografi.
- Pemeriksaan darah.
- Pemeriksaan gula darah.
- Pemeriksaan tekanan darah berulang.
- Pemeriksaan neurologis.
- Tes lain berdasarkan gejala.
Apakah Sering Mau Pingsan Berarti Tekanan Darah Rendah? Belum tentu.
Tekanan darah rendah memang dapat menyebabkan rasa pusing atau hampir pingsan, tetapi gangguan irama jantung, dehidrasi, hipoglikemia, anemia, respons vasovagal, obat-obatan, dan kondisi lainnya juga dapat berperan. Bahkan seseorang dapat mengalami rasa mau pingsan meskipun pada pemeriksaan tertentu tekanan darahnya terlihat normal. Karena itu, jangan mencoba mendiagnosis penyebab hanya berdasarkan satu kali pengukuran tekanan darah.
Apakah Sering Mau Pingsan Bisa Dicegah?
Tergantung penyebabnya. Jika penyebabnya adalah dehidrasi, memperbaiki asupan cairan dapat membantu. Jika berkaitan dengan bangun terlalu cepat, perubahan posisi secara perlahan dapat mengurangi keluhan. Jika disebabkan obat, dokter mungkin perlu mengevaluasi kembali obat tersebut. Jika berkaitan dengan gangguan jantung, tentu penanganannya berbeda. Jadi, pencegahan terbaik adalah menemukan penyebabnya terlebih dahulu.
Jika Terjadi Saat Sendirian, Apa yang Harus Dilakukan?
Jika Anda mulai merasakan pandangan menghitam atau tubuh seperti kehilangan tenaga, jangan mencoba mencari tempat yang jauh. Segera cari posisi yang aman. Jika ada orang di sekitar, beri tahu bahwa Anda merasa akan pingsan. Jika kondisi berkembang menjadi:
- tidak sadar,
- sulit bernapas,
- nyeri dada,
- kejang,
- kelemahan mendadak,
- gangguan bicara,
- atau kondisi memburuk dengan cepat,
Kesimpulan
Sering merasa mau pingsan tanpa sebab jelas bukan gejala yang sebaiknya terus diabaikan. Penyebabnya bisa relatif sederhana, seperti dehidrasi, kurang makan, respons vasovagal, atau tekanan darah yang turun ketika berdiri. Namun, keluhan tersebut juga dapat berkaitan dengan anemia, gangguan metabolik, efek obat, gangguan sistem saraf, hingga masalah jantung seperti gangguan irama. Hal yang paling penting bukan sekadar bertanya:
“Kenapa saya sering merasa mau pingsan?” Tetapi juga: “Kapan terjadi, apa yang saya rasakan sebelumnya, dan gejala apa yang muncul bersamaan?” Jika rasa mau pingsan muncul saat olahraga, disertai nyeri dada, sesak, jantung berdebar, terjadi ketika berbaring, atau disertai gangguan saraf seperti kelemahan satu sisi dan gangguan bicara, jangan menunggu sampai kehilangan kesadaran. Kenali tanda bahayanya dan segera cari pertolongan medis. Semakin jelas penyebabnya, semakin tepat pula penanganan yang dapat diberikan.
FAQ: Sering Merasa Mau Pingsan
- Kenapa saya sering merasa mau pingsan tetapi tidak benar-benar pingsan?
- Apakah rasa mau pingsan berbahaya?
- Apakah tekanan darah rendah menyebabkan mau pingsan?
- Apakah anemia bisa membuat sering mau pingsan?
- Apakah jantung berdebar dan mau pingsan berbahaya?
- Kapan harus ke IGD karena mau pingsan?
- Apa yang harus dilakukan ketika tiba-tiba merasa akan pingsan?
- Apakah sering mau pingsan perlu diperiksa dokter?
Referensi medis
- American Heart Association — Syncope (Fainting): menjelaskan penyebab sinkop, termasuk tekanan darah rendah, vasovagal syncope, gangguan irama jantung, serta pola pingsan yang perlu dicurigai sebagai masalah jantung. American Heart Association — Syncope (Fainting)
- American College of Cardiology — 2017 ACC/AHA/HRS Syncope Guideline: pedoman evaluasi dan penanganan pasien dengan sinkop. ACC — Syncope Guideline
- Mayo Clinic — Orthostatic Hypotension: membahas tekanan darah turun saat berdiri, gejala, penyebab, dan pemeriksaannya. Mayo Clinic — Orthostatic Hypotension
- Mayo Clinic — Vasovagal Syncope: menjelaskan respons vasovagal, pemicu, gejala sebelum pingsan, serta kapan perlu berkonsultasi. Mayo Clinic — Vasovagal Syncope
- American College of Cardiology — Comprehensive Assessment of Syncope, oleh Brian Olshansky, MD, FACC dan Roopinder Kaur Sandhu, MD. ACC — Comprehensive Assessment of Syncope
- Mayo Clinic — Revealing the Cause of Unexplained Fainting, yang membahas evaluasi pingsan yang penyebabnya belum jelas. Mayo Clinic — Unexplained Fainting
