Gejala Hipotiroid yang Sering Tidak Disadari, Jangan Anggap Cuma Kelelahan Biasa

Gejala Hipotiroid yang Sering Tidak Disadari

Sering merasa lelah meskipun sudah tidur cukup? Berat badan perlahan naik tanpa perubahan besar pada pola makan? Tubuh terasa dingin ketika orang lain merasa biasa saja? Kulit semakin kering, rambut mudah rontok, atau buang air besar menjadi lebih jarang? Banyak orang menganggap keluhan tersebut sebagai akibat kurang tidur, stres, usia, pola makan atau terlalu banyak aktivitas. Padahal, kumpulan gejala tersebut dapat muncul pada hipotiroidisme, yaitu kondisi ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah yang cukup.

Gejala Hipotiroid

Masalahnya, gejala hipotiroid biasanya tidak muncul secara dramatis. Keluhannya dapat berkembang perlahan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Mayo Clinic menyebut gejala hipotiroid dapat berkembang secara perlahan sehingga pada tahap awal seseorang mungkin hanya merasakan kelelahan atau kenaikan berat badan dan menganggapnya sebagai bagian dari proses penuaan. Inilah alasan mengapa gejala hipotiroid yang sering tidak disadari menjadi penting untuk dikenali. Bukan berarti setiap orang yang lelah atau mengalami kenaikan berat badan pasti mengalami hipotiroid. Banyak kondisi lain dapat menyebabkan keluhan serupa. Namun, ketika beberapa gejala muncul bersamaan dan berlangsung cukup lama, pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebab sebenarnya.

Apa Itu Hipotiroid?

Hipotiroid atau hipotiroidisme adalah kondisi ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan atau melepaskan hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. Kelenjar tiroid merupakan kelenjar kecil berbentuk seperti kupu-kupu yang berada di bagian depan leher. Meskipun ukurannya relatif kecil, hormon yang dihasilkan tiroid berperan pada berbagai fungsi tubuh. Hormon tiroid membantu mengatur:
  • penggunaan energi,
  • metabolisme,
  • suhu tubuh,
  • denyut jantung,
  • penggunaan lemak dan karbohidrat,
  • serta berbagai proses tubuh lainnya.
Ketika hormon tiroid terlalu rendah, metabolisme tubuh dapat melambat. Akibatnya, seseorang dapat mengalami berbagai perubahan fisik maupun mental. Yang membuat hipotiroid sering terlambat dikenali adalah gejalanya tidak selalu khas. Kelelahan, berat badan naik, kulit kering atau sulit berkonsentrasi dapat terjadi pada banyak kondisi. Karena itu, diagnosis tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan gejala.
  1. Mudah Lelah Padahal Tidak Banyak Aktivitas
Salah satu gejala hipotiroid yang sering tidak disadari adalah kelelahan yang menetap. Bukan sekadar lelah setelah bekerja seharian. Seseorang mungkin merasa: "Saya baru bangun tidur, tapi rasanya sudah capek." Atau: "Aktivitas biasa sekarang terasa lebih berat." Hipotiroid dapat memperlambat metabolisme tubuh sehingga seseorang merasa kekurangan energi. Cleveland Clinic mencantumkan fatigue atau kelelahan sebagai salah satu gejala utama hipotiroid. Namun, kelelahan bukan berarti otomatis hipotiroid. Kurang tidur, anemia, stres, depresi, infeksi, gangguan tidur dan berbagai penyakit kronis juga dapat menyebabkan kelelahan. Yang perlu diperhatikan adalah pola dan kombinasi gejalanya. Jika kelelahan muncul bersamaan dengan tubuh mudah kedinginan, berat badan meningkat, sembelit, kulit kering dan sulit berkonsentrasi, pemeriksaan tiroid mungkin layak dipertimbangkan.
  1. Berat Badan Naik Tanpa Perubahan Pola Makan yang Jelas
Berat badan yang naik perlahan sering dianggap sebagai akibat terlalu banyak makan atau kurang olahraga. Memang, faktor tersebut sangat umum. Tetapi hipotiroid juga dapat berhubungan dengan kenaikan berat badan yang tidak diinginkan. Ketika hormon tiroid rendah, metabolisme tubuh dapat melambat. Mayo Clinic memasukkan weight gain sebagai salah satu gejala hipotiroid. Meski demikian, penting untuk tidak menganggap setiap kenaikan berat badan sebagai tanda penyakit tiroid. Berat badan dipengaruhi banyak faktor, termasuk:
  • asupan kalori,
  • aktivitas fisik,
  • usia,
  • massa otot,
  • tidur,
  • stres,
  • obat-obatan,
  • hormon lain,
  • dan kondisi kesehatan tertentu.
Jadi, berat badan naik saja tidak cukup untuk mendiagnosis hipotiroid.
  1. Sering Kedinginan Padahal Suhu Ruangan Normal
Apakah Anda sering merasa: "Kok saya kedinginan, padahal orang lain biasa saja?" Sensitif terhadap udara dingin merupakan salah satu gejala yang dapat muncul pada hipotiroid. Hormon tiroid memiliki peran dalam metabolisme dan pengaturan suhu tubuh. Ketika fungsi tiroid menurun, seseorang dapat menjadi lebih sensitif terhadap suhu dingin. Keluhan ini menjadi semakin menarik jika muncul bersama:
  • mudah lelah,
  • kulit kering,
  • berat badan naik,
  • sembelit,
  • rambut menipis,
  • dan sulit berkonsentrasi.
Namun sekali lagi, tubuh mudah merasa dingin juga memiliki banyak kemungkinan penyebab lain.
  1. Sering Mengantuk Walaupun Sudah Tidur Cukup
Sering mengantuk padahal tidur cukup tidak selalu berarti kualitas tidur Anda buruk. Pada sebagian orang, rasa kantuk dan kelelahan dapat berkaitan dengan hipotiroid. Mayo Clinic mencantumkan fatigue sebagai gejala hipotiroid, sedangkan Hashimoto—penyebab autoimun yang paling umum dari hipotiroid—juga dapat menyebabkan peningkatan rasa mengantuk. Jika seseorang tidur cukup tetapi tetap merasa:
  • mengantuk sepanjang hari,
  • tidak bertenaga,
  • sulit fokus,
  • sulit bangun pagi,
penyebabnya perlu dilihat secara lebih luas. Sleep apnea, anemia, depresi, obat-obatan, gangguan ritme tidur dan kondisi lain juga dapat menyebabkan kantuk berlebihan.
  1. Sembelit yang Terjadi Terus-Menerus
Sembelit sering dianggap hanya akibat kurang serat atau kurang minum. Padahal, konstipasi juga termasuk gejala hipotiroid. Metabolisme yang melambat dapat memengaruhi pergerakan sistem pencernaan. Mayo Clinic dan Cleveland Clinic sama-sama memasukkan konstipasi sebagai salah satu gejala hipotiroid. Jika sembelit muncul bersama kelelahan, berat badan meningkat dan sensitif terhadap dingin, sebaiknya jangan hanya mengandalkan obat pencahar tanpa mencari penyebab. Perubahan pola makan dan kecukupan cairan memang penting, tetapi kondisi medis tertentu juga perlu dipertimbangkan.
  1. Kulit Menjadi Kering dan Rambut Mudah Rontok
Perubahan pada kulit dan rambut terkadang menjadi tanda yang tidak diperhatikan. Hipotiroid dapat menyebabkan:
  • kulit kering,
  • rambut kasar,
  • rambut menipis,
  • rambut mudah rontok,
  • kuku rapuh.
Cleveland Clinic mencantumkan kulit kering dan kasar serta rambut kering atau kasar sebagai gejala hipotiroid. Sementara itu, Mayo Clinic juga memasukkan thinning hair sebagai salah satu gejala hipotiroid. Namun, rambut rontok memiliki banyak kemungkinan penyebab, mulai dari kekurangan nutrisi, stres, perubahan hormon, penyakit tertentu hingga faktor genetik. Karena itu, rambut rontok tidak boleh langsung dianggap sebagai bukti penyakit tiroid.
  1. Sulit Konsentrasi dan Sering Lupa
Pernah merasa pikiran menjadi lambat? Sulit berkonsentrasi ketika bekerja? Sering lupa meletakkan barang? Membaca satu paragraf tetapi harus mengulanginya beberapa kali? Kondisi yang sering disebut brain fog dapat muncul pada hipotiroid. Cleveland Clinic mencantumkan brain fog, lupa dan kesulitan berkonsentrasi sebagai salah satu gejala hipotiroid. Mayo Clinic juga mencantumkan masalah memori sebagai salah satu kemungkinan gejala. Namun, brain fog juga dapat terjadi akibat kurang tidur, stres, kecemasan, depresi, kelelahan atau berbagai kondisi lainnya. Jika perubahan konsentrasi terjadi mendadak dan sangat berat, jangan langsung mengaitkannya dengan tiroid karena gangguan neurologis akut juga dapat menyebabkan perubahan fungsi mental.
  1. Suara Menjadi Serak Tanpa Sebab yang Jelas
Suara serak sering dianggap sebagai tanda radang tenggorokan. Namun, suara serak juga dapat menjadi salah satu gejala hipotiroid. Mayo Clinic mencantumkan hoarse voice atau suara serak sebagai salah satu gejala hipotiroid. Hal ini menjadi lebih perlu diperhatikan jika suara serak berlangsung lama dan muncul bersama:
  • lelah,
  • sensitif terhadap dingin,
  • berat badan bertambah,
  • sembelit,
  • kulit kering,
  • atau pembengkakan di sekitar wajah.
Suara serak yang menetap tetap perlu diperiksa karena ada banyak penyebab lain di luar gangguan tiroid.
  1. Wajah Terlihat Bengkak atau Sembap
Perubahan wajah mungkin terlihat samar pada awalnya. Seseorang bisa merasa wajah tampak lebih sembap ketika bangun tidur atau area sekitar mata terlihat bengkak. Puffy face termasuk gejala yang tercantum pada hipotiroid menurut Mayo Clinic. Pembengkakan juga dapat terjadi karena banyak kondisi lain. Karena itu, jika wajah semakin sembap dan disertai gejala hipotiroid lainnya, pemeriksaan medis lebih masuk akal daripada sekadar menganggapnya sebagai kurang tidur.
  1. Denyut Jantung Menjadi Lebih Lambat
Hormon tiroid memiliki pengaruh terhadap sistem kardiovaskular. Pada hipotiroid, denyut jantung dapat menjadi lebih lambat atau mengalami bradikardia. Mayo Clinic memasukkan slowed heart rate sebagai salah satu kemungkinan gejala hipotiroid. Namun, denyut jantung rendah juga dapat terjadi pada orang sehat, terutama atlet, atau akibat obat tertentu dan kondisi medis lainnya. Jika denyut jantung terasa sangat lambat dan disertai:
  • pusing,
  • lemas berat,
  • sesak,
  • nyeri dada,
  • atau pingsan,
jangan menganggapnya hanya sebagai masalah tiroid. Segera dapatkan pertolongan medis.
  1. Otot Terasa Lemah dan Tubuh Mudah Pegal
Hipotiroid dapat memengaruhi otot. Seseorang dapat mengalami:
  • kelemahan otot,
  • pegal,
  • nyeri otot,
  • kaku,
  • atau tubuh terasa berat untuk bergerak.
Mayo Clinic dan Cleveland Clinic mencantumkan muscle weakness serta muscle aches, tenderness atau stiffness sebagai gejala yang mungkin terjadi pada hipotiroid. Keluhan seperti ini sering disalahartikan sebagai kelelahan akibat pekerjaan atau kurang olahraga. Jika berlangsung lama dan disertai gejala lain, pemeriksaan dapat membantu menemukan penyebab sebenarnya.
  1. Menstruasi Menjadi Lebih Banyak atau Tidak Teratur
Pada perempuan, perubahan menstruasi dapat menjadi salah satu petunjuk penting. Hipotiroid dapat berkaitan dengan:
  • menstruasi lebih berat,
  • menstruasi tidak teratur,
  • perubahan siklus.
Mayo Clinic mencantumkan heavy or irregular menstrual cycles sebagai salah satu gejala hipotiroid. Karena gangguan menstruasi memiliki banyak penyebab, evaluasi dokter tetap diperlukan. Terutama jika perubahan siklus disertai kelelahan, berat badan berubah dan sensitif terhadap dingin.
  1. Mood Menurun, Mudah Depresi atau Cemas
Tidak hanya tubuh yang dapat berubah. Hipotiroid juga dapat memengaruhi kondisi psikologis. Mayo Clinic mencantumkan depression sebagai salah satu gejala hipotiroid, sementara Cleveland Clinic juga menyebut depresi dan kecemasan dapat muncul. Namun, ini bukan berarti seseorang yang mengalami depresi pasti mempunyai penyakit tiroid. Hubungannya harus dilihat secara klinis. Jika perubahan mood muncul bersamaan dengan banyak gejala fisik hipotiroid, dokter mungkin mempertimbangkan pemeriksaan fungsi tiroid.
  1. Kesemutan atau Mati Rasa pada Tangan
Gejala yang lebih jarang dibicarakan adalah kesemutan atau mati rasa. Cleveland Clinic memasukkan numbness or tingling pada tangan sebagai salah satu gejala yang dapat terjadi pada hipotiroid. Pada hipotiroid yang berlangsung lama tanpa penanganan, dapat terjadi gangguan saraf perifer. Namun, kesemutan memiliki banyak penyebab lain seperti:
  • diabetes,
  • kekurangan vitamin tertentu,
  • saraf terjepit,
  • gangguan sirkulasi,
  • carpal tunnel syndrome,
  • atau penyakit saraf lainnya.
Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa kesemutan berarti tiroid bermasalah.
  1. Leher Membesar atau Muncul Benjolan di Area Tiroid
Tidak semua orang dengan hipotiroid mengalami pembesaran kelenjar tiroid. Namun, hipotiroid dapat berkaitan dengan goiter, yaitu pembesaran kelenjar tiroid. Perhatikan jika terdapat:
  • pembengkakan di bagian depan leher,
  • rasa mengganjal ketika menelan,
  • suara berubah,
  • rasa tertekan di leher,
  • atau benjolan yang semakin membesar.
Benjolan leher tidak otomatis berarti kanker atau hipotiroid. Tetapi benjolan yang baru muncul atau membesar sebaiknya diperiksa.

Apa Penyebab Hipotiroid?

Ada beberapa penyebab hipotiroid. Salah satu yang paling umum adalah Hashimoto's disease, yaitu penyakit autoimun ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tiroid. Mayo Clinic menyebut Hashimoto sebagai penyebab paling umum hipotiroidisme. Selain Hashimoto, hipotiroid juga dapat terjadi akibat:
  • operasi tiroid,
  • terapi radiasi pada area leher,
  • obat-obatan tertentu,
  • gangguan kelenjar pituitari,
  • peradangan tiroid,
  • kondisi bawaan,
  • dan kekurangan yodium dalam keadaan tertentu.
Cleveland Clinic juga mencatat obat seperti lithium dan amiodarone sebagai salah satu faktor yang dapat menyebabkan hipotiroid pada sebagian orang.

Hashimoto: Penyebab Hipotiroid yang Sering Berkembang Perlahan

Hashimoto dapat berkembang selama bertahun-tahun. Pada awalnya, seseorang mungkin tidak merasakan keluhan berarti. Ketika produksi hormon tiroid semakin menurun, barulah muncul:
  • mudah lelah,
  • mengantuk,
  • mudah kedinginan,
  • sembelit,
  • kulit kering,
  • rambut rontok,
  • berat badan bertambah,
  • gangguan konsentrasi,
  • perubahan mood.
Mayo Clinic menekankan bahwa gejala Hashimoto tidak spesifik dan dapat menyerupai banyak gangguan lain. Karena itu, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Pendapat Dokter Spesialis Endokrinologi: Jangan Menilai dari Satu Gejala

Salah satu pendapat dokter yang relevan datang dari Dr. Victor Bernet, seorang endokrinolog dari Mayo Clinic. Dalam Mayo Clinic News Network, Dr. Bernet menjelaskan bahwa hipotiroid terjadi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon dalam jumlah yang tidak mencukupi. Ia juga menekankan bahwa kombinasi beberapa gejala lebih bermakna daripada hanya satu keluhan. Menurut Dr. Bernet, kelelahan dan kenaikan berat badan dapat terjadi pada banyak masalah kesehatan sehingga pemeriksaan darah tiroid diperlukan bila hipotiroid dicurigai. Dengan kata lain: Jangan mendiagnosis hipotiroid hanya karena Anda mudah lelah atau berat badan naik. Tetapi jangan pula mengabaikan kombinasi gejala yang menetap.

Baca pendapat dokter: Mayo Clinic – Do you have hypothyroidism?

Bagaimana Cara Mengetahui Seseorang Mengalami Hipotiroid? Gejala dapat memberikan petunjuk, tetapi tes darah diperlukan untuk membantu memastikan diagnosis. Mayo Clinic menjelaskan bahwa pemeriksaan awal biasanya melibatkan TSH (thyroid-stimulating hormone). Jika TSH tinggi, dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk hormon T4. Secara sederhana: TSH membantu melihat bagaimana otak/kelenjar pituitari memberi sinyal kepada tiroid. T4 membantu mengetahui kadar hormon tiroid utama dalam darah. Pada hipotiroid primer, pola yang sering ditemukan adalah TSH meningkat dan T4 rendah. Ada juga kondisi yang disebut subclinical hypothyroidism, ketika TSH meningkat tetapi kadar hormon tiroid masih berada dalam kisaran normal. Karena interpretasi hasil laboratorium bergantung pada konteks pasien, hasil tes sebaiknya dibahas dengan dokter.

Apakah Semua Orang dengan Gejala Hipotiroid Harus Tes Tiroid?

Tidak ada satu aturan sederhana yang berlaku untuk semua orang. Dokter akan mempertimbangkan:
  • jumlah gejala,
  • lama gejala,
  • usia,
  • riwayat keluarga,
  • penyakit autoimun,
  • kehamilan,
  • riwayat operasi tiroid,
  • obat yang digunakan,
  • pemeriksaan fisik,
  • dan faktor risiko lainnya.
Mayo Clinic menekankan bahwa gejala hipotiroid dapat menyerupai masalah kesehatan lain sehingga diagnosis tidak hanya didasarkan pada gejala.

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Hipotiroid?

Hipotiroid dapat dialami siapa saja. Namun, risikonya dapat meningkat pada orang dengan:
  • riwayat keluarga penyakit tiroid,
  • penyakit autoimun,
  • riwayat operasi tiroid,
  • pernah mendapat radiasi pada leher atau dada bagian atas,
  • riwayat hipertiroidisme yang mendapat terapi,
  • atau kondisi tertentu yang berkaitan dengan kehamilan.
Mayo Clinic juga mencatat bahwa penyakit autoimun lain seperti diabetes tipe 1 dapat berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit tiroid.

Apa yang Terjadi Jika Hipotiroid Tidak Ditangani?

Hipotiroid yang tidak ditangani dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Mayo Clinic menyebut hipotiroid yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi dan masalah jantung. Cleveland Clinic juga mencatat komplikasi yang dapat terjadi antara lain:
  • penyakit jantung,
  • gangguan kesuburan,
  • neuropati perifer,
  • goiter,
  • dan pada kondisi yang sangat berat, myxedema coma, komplikasi langka tetapi mengancam jiwa.
Myxedema coma bukan komplikasi yang umum, tetapi justru karena berat, tanda penurunan kondisi yang ekstrem tidak boleh diabaikan. Kapan Gejala Hipotiroid Perlu Diperiksakan? Pertimbangkan berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami beberapa gejala berikut secara bersamaan dan menetap:
  • mudah lelah tanpa penyebab jelas,
  • sering mengantuk,
  • berat badan naik,
  • mudah kedinginan,
  • sembelit,
  • kulit kering,
  • rambut rontok,
  • sulit konsentrasi,
  • mood menurun,
  • otot terasa lemah,
  • menstruasi berubah,
  • suara serak,
  • wajah tampak sembap,
  • atau terdapat pembengkakan di leher.
Mayo Clinic menyarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika seseorang merasa lelah tanpa alasan jelas atau mengalami gejala lain yang mengarah pada hipotiroid.

Dokter Apa yang Menangani Hipotiroid?

Pemeriksaan awal dapat dilakukan oleh dokter umum atau dokter penyakit dalam. Jika diperlukan evaluasi lebih lanjut, pasien dapat dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrinologi, metabolik dan diabetes (Sp.PD-KEMD) atau spesialis endokrinologi sesuai sistem layanan kesehatan yang tersedia. Dokter akan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan hormon, pemeriksaan antibodi tiroid, ultrasonografi atau pemeriksaan lain. Mayo Clinic sendiri memiliki Thyroid Disorders Specialty Group yang menangani berbagai kondisi tiroid, termasuk hipotiroidisme dan Hashimoto.

Bagaimana Hipotiroid Diobati?

Pengobatan hipotiroid umumnya bertujuan menggantikan hormon tiroid yang tidak cukup diproduksi tubuh. Obat yang paling umum digunakan adalah levothyroxine, yaitu hormon tiroid sintetis yang menggantikan hormon yang dibutuhkan tubuh. Mayo Clinic menjelaskan bahwa terapi levothyroxine digunakan untuk mengembalikan kadar hormon tiroid ke kisaran yang sehat dan dosisnya perlu disesuaikan berdasarkan kondisi pasien serta hasil pemeriksaan. Yang penting: Jangan menentukan dosis obat tiroid sendiri. Dosis terlalu rendah mungkin tidak cukup mengatasi kekurangan hormon. Sebaliknya, dosis terlalu tinggi juga dapat menyebabkan masalah. Karena itu, pemantauan melalui pemeriksaan darah dan konsultasi dokter menjadi bagian penting dari terapi.

Jangan Minum Obat Tiroid Hanya karena Merasa Gemuk dan Mudah Lelah

Ini kesalahan yang perlu dihindari. Berat badan naik dan mudah lelah memang dapat muncul pada hipotiroid. Tetapi keduanya adalah gejala yang sangat umum dan bisa disebabkan oleh banyak kondisi. Mengonsumsi hormon tiroid tanpa indikasi medis bukan cara aman untuk menurunkan berat badan. Jika Anda curiga mengalami hipotiroid, langkah yang lebih tepat adalah: gejala → konsultasi → pemeriksaan → diagnosis → terapi yang sesuai. Bukan: gejala → membeli obat sendiri. 7 Kombinasi Gejala yang Patut Membuat Anda Mempertimbangkan Pemeriksaan Tiroid Perhatikan kombinasi berikut:
  1. Mudah lelah + berat badan naik
Terutama jika perubahan terjadi tanpa alasan yang jelas.
  1. Mudah lelah + tubuh sering dingin
Kombinasi ini dapat mengarah pada kemungkinan gangguan metabolisme termasuk hipotiroid.
  1. Sembelit + kulit kering + rambut rontok
Ketiganya dapat muncul pada hipotiroid.
  1. Mengantuk + sulit konsentrasi
Terutama jika berlangsung lama.
  1. Menstruasi berubah + mudah lelah
Perlu dievaluasi karena gangguan hormonal dapat memengaruhi siklus menstruasi.
  1. Leher membesar + suara serak
Perubahan pada area tiroid sebaiknya diperiksa.
  1. Banyak gejala muncul sekaligus
Menurut Dr. Victor Bernet, kombinasi beberapa gejala lebih bermakna daripada hanya satu gejala karena keluhan seperti lelah atau berat badan naik dapat memiliki banyak penyebab.

Kesimpulan

Gejala hipotiroid sering kali tidak muncul secara dramatis.

Justru masalahnya, gejala dapat berkembang perlahan dan terlihat seperti keluhan sehari-hari. Mudah lelah dianggap kurang tidur. Berat badan naik dianggap terlalu banyak makan. Tubuh mudah dingin dianggap terlalu sensitif terhadap AC. Sembelit dianggap kurang serat. Rambut rontok dianggap akibat stres. Sulit berkonsentrasi dianggap terlalu banyak pekerjaan. Padahal, jika beberapa keluhan tersebut muncul bersamaan dan berlangsung lama, hipotiroidisme merupakan salah satu kemungkinan yang patut dievaluasi. Gejala yang dapat muncul antara lain kelelahan, berat badan meningkat, sensitif terhadap dingin, konstipasi, kulit kering, rambut menipis, kelemahan otot, gangguan konsentrasi, perubahan mood, suara serak, wajah sembap dan perubahan menstruasi. Namun, tidak satu pun dari gejala tersebut dapat memastikan seseorang mengalami hipotiroid. Pemeriksaan darah, terutama TSH dan T4, dapat membantu dokter menentukan apakah fungsi tiroid terganggu. Jadi, jika Anda merasa tubuh berubah perlahan tanpa tahu penyebabnya, jangan hanya mengatakan: “Mungkin karena usia.” atau “Mungkin karena kurang tidur.” Jika keluhan menetap dan beberapa gejala muncul sekaligus, lebih baik periksa daripada terus menebak. Hipotiroid umumnya dapat ditangani dengan baik setelah diagnosis dan dosis terapi yang tepat ditentukan oleh dokter.

FAQ: Gejala Hipotiroid yang Sering Tidak Disadari

Apa gejala hipotiroid yang paling sering terjadi? Beberapa gejala yang umum antara lain mudah lelah, berat badan naik, sensitif terhadap dingin, sembelit, kulit kering, rambut menipis, kelemahan otot, sulit konsentrasi dan perubahan mood.

Apakah sering mengantuk merupakan gejala hipotiroid? Bisa. Hipotiroid dapat menyebabkan kelelahan dan rasa mengantuk. Namun, kantuk berlebihan juga dapat disebabkan sleep apnea, anemia, gangguan tidur, obat-obatan dan kondisi lainnya.

Apakah hipotiroid membuat berat badan naik? Hipotiroid dapat menyebabkan kenaikan berat badan, tetapi tidak semua orang yang berat badannya naik mengalami hipotiroid. Diagnosis membutuhkan evaluasi dokter dan pemeriksaan laboratorium.

Apakah tubuh sering dingin merupakan tanda hipotiroid? Sensitif terhadap dingin merupakan salah satu gejala hipotiroid. Namun, tubuh sering terasa dingin juga dapat disebabkan anemia, kurang asupan energi, gangguan sirkulasi dan kondisi lainnya.

Apakah rambut rontok bisa disebabkan hipotiroid? Bisa. Rambut menipis atau rontok dapat terjadi pada hipotiroid. Namun, rambut rontok mempunyai banyak kemungkinan penyebab sehingga tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar diagnosis.

Apakah sembelit merupakan gejala penyakit tiroid? Ya. Konstipasi termasuk salah satu gejala yang dapat terjadi pada hipotiroid.

Pemeriksaan apa untuk mengetahui hipotiroid? Pemeriksaan biasanya dimulai dengan tes TSH. Dokter dapat menambahkan pemeriksaan T4 dan pemeriksaan lain sesuai kondisi pasien.

Apakah hipotiroid bisa sembuh? Sebagian besar kasus hipotiroid dapat dikontrol dengan baik menggunakan terapi pengganti hormon tiroid. Lama pengobatan bergantung pada penyebab dan kondisi masing-masing pasien.

Apa penyebab hipotiroid yang paling umum? Salah satu penyebab paling umum adalah Hashimoto's disease, yaitu penyakit autoimun yang menyerang kelenjar tiroid.

Kapan harus ke dokter jika curiga hipotiroid? Jika Anda mengalami beberapa gejala seperti mudah lelah, berat badan bertambah, sering kedinginan, sembelit, kulit kering, rambut rontok atau sulit berkonsentrasi secara terus-menerus, sebaiknya konsultasikan kepada dokter untuk menentukan apakah pemeriksaan fungsi tiroid diperlukan.

Referensi medis dan pendapat dokter

Disclaimer: Artikel ini ditujukan sebagai informasi kesehatan dan tidak menggantikan diagnosis atau pemeriksaan langsung oleh dokter. Gejala hipotiroid dapat menyerupai banyak kondisi lain sehingga diagnosis sebaiknya ditegakkan berdasarkan evaluasi klinis dan pemeriksaan laboratorium.  
<< Kembali ke halaman utama
Artikel Lain >>
Hubungi Kami Sekarang, Kami Siap Membantu Anda!
Team Ambulance 1
Team Ambulance 2